Persaingan Adik & Kakak

  • Pernah mengalami mempunyai 2 anak
    kemudian di saat-saat tertentu mereka adakalanya berantem??
    Anda tidak sendirian ...
    Sayapun mengalaminya hehehe ...


    Beberapa waktu yang lalu saya baca artikel menarik di DISINI
    dikupas secara tuntas bagaimana menghadapi persaingan antara kakak dan adik dalam kaitannya dengan adanya kelahiran adik baru

    Persaingan antar saudara mungkin dialami hampir semua anak yang akan memiliki adik baru.


    Hal ini rasanya wajar ya ....
    Persainganny dapat berbentuk macam-macam dan dengan penyebab yang beragam,
    Dan yang paling sering adalah persaingan saat kelahiran adik baru ...
    Beberapa merasa senang pada awalnya akan mendapatkan adik baru, temen bermain baru tentunya ...
    Tapi ada juga yang sejak awal sudah terang-terangan menentang akan kehadiran anggota keluarga baru ...

    Kelahiran bayi baru adalah saat yang tentunya paling membahagiakan untuk keluarga.
    Untuk anak yang lebih besar/kakak hal ini seringkali membingungkan...
    Kebiasaan sehari-harinya pasti akan merasa terganggu...
    Sementara ibu dirawat di rumah sakit, kakak harus berada di rumah saudara atau kerabat.
    Hal yang mungkin sangat mengecewakannya..
    Setelah adik baru datang ke rumah maka kakak akan melihat perubahan dalam hidupnya.
    Sang kakak akan menyadari kalau orangtuanya tidak lagi memiliki waktu bersamanya sebanyak dahulu.
    Sang kakak akan merasa kalau adik bayi baru akan mendapat banyak perhatian dari orangtua dibanding dia
    Sang kakak juga merasakan kekaguman dan rasa sayang untuk adik baru, tetapi kakak dapat juga merasakan kekesalan atau kecemburuan......
    Perasaan yang bertentangan ini seperti inilah yang dapat membingungkan untuk sang kakak.

     

    Berikut kutipan dari artikel yang saya baca di Sini

     

    *****************************************

     

    Secara umum, persaingan antara kakak adik paling kuat saat kakak berusia 1-3 tahun ketika adik baru lahir. Usia 1-3 tahun merupakan saat anak masih sangat tergantung pada orang tua untuk memnuhi kebutuhannya. Mereka belum belajar untuk berbagi orang tua kepada yang lain dan adik baru bisa mengancamnya. Setelah usia 3 tahun, anak menjadi lebih mandiri, mereka tidak terlalu bergantung kepada orang tua untuk pemenuhan kebutuhan mereka. Contoh, pada usia 3 tahun anak sudah bisa dilatih untuk ke kamar mandi dan dapat makan sendiri. Mereka juga sudah memiliki teman di luar rumah sehingga tidak posesif terhadap orang tuanya seperti anak yang lebih muda

    Persaingan kakak adik dapat memiliki banyak bentuk. Beberapa reaksi yang umum terjadi dengan kelahiran adik baru:

    Regresi, perilaku yang orang tua pikirkan sudah dilewati oleh anak dapat kembali. Contoh anak yang sudah terlatih ke kamar mandi kembali berantakan, kembali mengisap ibu jari. Anak yang lebih besar kembali ingin kembali minum menggunakan dot. Perilaku ini normal dan kemungkinan tidak berlangsung lama. Orang tua tidak perlu khawatir.

    Kecemburuan, kakak mungkin akan merasa cemburu, terutama karena waktu dan perhatian yang diterima adik baru

    Ketidaksukaan yang ditunjukkan, kakak dapat mengekspresikan rasa marah dan tidak suka terhadap adik baru. Meskipun hal ini normal, penting sekali orang tua untuk memberitahukan kepada kakak bahwa memukul atau menyakiti adik baru tidak diperkenankan

    Ketidaksukaan terselubung, beberapa anak dapat berperilaku sangat sayang pada adik baru dan menunjukkan ketidaksukaan dengan cara lain. Misalnya dengan memeluk terlalu keras sampai adik bayi menangis.

    Penarikan diri, kakak dapat bereaksi dengan menarik diri terhadap kehadiran adik baru. Mereka dapat menjadi sangat pendiam,sedih dan tidak bersemangat, atau menolak untuk keluar dan bermain

    Mencari perhatian, untuk mendapat perhatian kakak dapat melakukan segala tingkah laku. Mereka seringkali menjadi lebih menuntut dan sulit.

     

    Lalu bagaimana mempersiapkan kakak untuk kedatangan adik baru????

    Mempersiapkan kakak atau anak yang lebih besar merupakan satu cara untuk membuat peralihan dari anak tunggal menjadi kakak lebih lancar. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua :

    1. Beritahukan mengenai kehamilan anda kepada anak. Orang tua sebaiknya tidak memberitahukan terlalu awal. Orang tua sebaiknya menunggu sampai kehamilan memberikan perubahan bentuk tubuh. Beberapa ahli menyarankan menunggu sampai 28 minggu kehamilan atau sampai anak bertanya mengenai perubahan tubuh ibu.
    2. Beritahukan kepada anak anda apa yang akan terjadi. Orang tua harus menjelaskan apa yang akan terjadi pada anak saat ibu berada di rumah sakit. Orang tua juga memberitahukan siapa yang akan merawat anak, dimana dia tinggal dan kapan anak dapat menjenguk orang tua dan adik baru. Orang tua sebaiknya mencoba untuk mempersiapkan terhadap perubahan yang akan muncul dengan kedatangan adik bayi baru. Orang tua sebaiknya menyatakan bahwa mereka akan sangat sibuk dengan bayi baru dan adik bayi akan menangis, tidur dan makan banyak. Orang tua juga menjelaskan kepada anak meskipun waktu akan banyak diberikan untuk merawat adik bayi ini tidak berarti ada yang disayangi lebih dari yang lain.
    3. Ikut sertakan anak anda. Orang tua sebaiknya memperbolehkan kakak untuk ambil bagian pada setiap persiapan untuk adik baru. Contoh : mempersilahkan kakak untuk mempersiapkan kamar adik bayi. Orang tua juga dapat membawa kakak ke rumah sakit, sehingga dia mengetahui kemana ibunya akan berada selagi tidak di rumah. Dapat juga mengajak saat ibu kontrol kehamilan dan kakak mendengarkan bunyi jantung adik bayinya. Setelah adik bayi lahir, ajak kakak ke rumah sakit dan menyentuh adik bayi.
    4. Buat perencanaan sehingga kehadiran adik bayi merubah kehidupan kakak seminimal mungkin. Lakukan perubahan berbulan-bulan sebelum kelahiran adik bayi, sehingga mengurangi perasaan kakak bahwa perubahan karena adik bayi.
    5. Dorong kakak untuk membantu adik bayi. Orang tua sebaiknya mencoba untuk mempermudah anak untuk melakukan perannya sebagai kakak. Dengan menyertakan kakak merawat adik. Anak dapat membawa popok. Orang tua memberitahukan kepada kakak betapa mereka menghargai bantuannya. Orang tua juga jangan sampai memperlakukan kakak sebagai pelayan. Jika kakak tidak mau menolong sebaiknya jangan dipaksakan.
    6. Habiskan waktu bersama kakak. Orang tua sebaiknya memberikan waktu untuk kakak baik saat adik bayi bangun atau tidur. Dengan begini maka kakak tahu dia tidak diabaikan dan tidak berpikir bahwa adik bayi harus tidak ada agar orang tua memiliki waktu untuknya.
    7. Sabar, pengertian dan suportif. Masa-masa kehadiran adik merupakan waktu yang sulit untuk kakak. Mereka perlu untuk ditunjukkan bahwa mereka masih disayang. Kakak perlu dikuatkan da orang tua sebaiknya memberitahukan dan menunjukkan kalau mereka tetap menyayangi kakak dan dia tetap penting

     

    Hal-hal yang jangan dilakukan !!

    1. Jangan tanya kakak dia ingin adik laki-laki atau perempuan
    2. Jangan katakan bahwa adik bayi merupakan teman bermainnya.  Adik bayi belum bisa menjadi rekan bermain untuk beberapa tahun.
    3. Jangan biarkan perilaku yang tidak dapat diterima
    4. Jangan paksakan kakak untuk menguasai kemampuan baru seperti ke kamar mandi sebelum adik bayi lahir
    5. Bagaimana mengatasi persaingan bila itu muncul
    6. Dorong kakak untuk bicarakan perasaannya. Orang tua sebaiknya mendorong anak untuk mendiskusikan perasaannya, apakah baik atau buruk dan percakapan dengan taraf pemahaman anak anda. Orang tua sebaiknya membuat kakak mengetahui bahwa orang tua mengerti bahwa apa yang akan dilalui mereka cukup berat
    7. Jika anak menarik diri maka orang tua sebaiknya memberikan pemahaman dan kasih sayang
    8. Batasan untuk kemarahan dan ketidaksukaan. Orang tua sebaiknya menetapkan perilaku yang dapat dan tidak dapat diterima. Orang tua sebaiknya tidak melepaskan anak-anak tanpa diawasi. Jika orang tua mendapatkan ketidaksukaan sebaiknya tidak dihukum tetapi mengalihkan perilaku tersebut. Orang tua memberikan pemahaman bahwa kakak tetap disayangi, boleh untuk marah tetapi tidak menyakiti adik bayi.
    9. Realistis.  Orang tua sebaiknya menyadari bahwa butuh waktu untuk kakak terbiasa dan hangat terhadap adik baru.
    10. Berikan simpati kepada kakak. Orang tua sebaiknya menyediakan cara kepada kakak untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran negatifnya dengan mendengarkan.
    11. Segera atasi perilaku negative yang timbul dari kakak. Perilaku negatif dapat tidak hilang jika dibiarkan saja.
    12. Jangan paksa kakak untuk membagi kepunyaannya.

     

    Bagaimana ibu-ibu??
    Sudah siap memberikah adik baru buat sang kakak??
    Yukk persiapkan sejak dini ilmunya agar tidak kaget saat menghadapi kondisi seperti tersebut diatas :)
    Persaingan antara saudara memang sesuatu yang tidak dapat dihindarkan...
    Mempersiapkan diri untuk menghadapi keadaan ini akan membuat orang tua lebih mudah mengatasi masalah-masalah yang akan muncul di kemudian hari ...

     

     

    Salam ,
    Ida Ariningsih
    Mobile : 087824480088 | Pin BB: 2309A47B
    Website: http://havingfunbersama.com | http://roemah-imoet.com
    YMGtalk: ida.ariningsih | FB/twitter: sahabatsenja

    Make your own business and having fun together with us only at Having Fun Bersama

0 comments