Inisiasi Menyusu Dini (Early Initiation) memberikan kesempatan kepada bayi yang baru lahir untuk menyusu sendiri pada Ibunya (dalam satu jam pertama kehidupannya). Refleks hisapnya yang timbul 30-40 menit setelah lahir akan menimbulkan rangsangan sensorik pada otak Ibu untuk memproduksi hormon prolaktin dan memberikan rasa aman pada bayi.
Ketika bayi sehat (tidak dibungkus) diletakkan di atas perut dan dada Ibu segera setelah lahir dan terjadi kontak kulit (skin to skin contact), bayi akan bereaksi dan berperilaku, dengan diberi rangsangan sentuhan oleh Ibu, dia akan bergerak di atas perut ibu dan menjangkau payudara. Bayi mulai dengan menyentuh dan memijat payudara. Sentuhan lembut tangan bayi pertama kali di atas payudara Ibu, akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin dan dimulainya pengeluaran air susu Ibu (ASI) serta menimbulkan perasaan kasih sayang pada bayi. Dilanjutkan dengan penciuman dan jilatan lidah bayi pada puting susu, akhirnya bayi akan meraih payudara dan meminumnya.
Cara melakukan inisiasi menyusu dini ini disebut The Breast Crawl yang merupakan perilaku alami dalam menyusu. Menurut Gupta, Inisiasi Menyusu Dini disebut sebagai tahap keempat persalinan (yaitu tepat setelah persalinan sampai 1 jam setelah persalinan, bayi baru lahir yang telah dikeringkan namun belum dibersihkan tubuhnya ditengkurapkan di dada Ibunya segera setelah persalinan dan memastikan bayi mendapat kontak kulit dini dengan Ibunya, menemukan putting susu dan mendapatkan asupan kolostrum sebelum ASI keluar).
Manfaat Inisiasi Menyusu Dini
a. Meningkatkan refleks menyusu bayi secara optimal
Menyusu pada bayi baru lahir merupakan keterpaduan antara tiga refleks yaitu refleks mencari (Rooting refleks), refleks menghisap (Sucking refleks), refleks menelan (Swallowing refleks) dan bernafas. Gerakan menghisap berkaitan dengan syaraf otak nervus ke-5, ke-7 dan ke-12. Gerakan menelan berkaitan dengan nervus ke-9 dan ke-10. Gerakan tersebut salah satu upaya terpenting bagi individu untuk mempertahankan hidupnya. Pada masa gestasi 28 minggu gerakan ini sudah cukup sempurna, sehingga bayi dapat menerima makanan secara oral, namun melakukan gerakan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah usia gestasi 32-43 minggu, bayi mampu untuk melakukan dalam waktu yang lama (Markum,1991).
Segera setelah lahir, bayi belum menunjukan kesiapan untuk menyusu. Menurut Gupta (2007) refleks menghisap bayi timbul setelah 20-30 menit setelah lahir, sedangkan menurut Roesli (2007) bayi menunjukan kesiapan untuk mulai menyusu setelah 30-40 menit setelah lahir. Tanda-tanda kesiapan bayi untuk menyusu yaitu mengeluarkan suara kecil, menguap, meregang, adanya pergerakan mulut. Selanjutnya menggerakan tangan ke mulut, timbul refleks rooting, menggerakan kepala dan menangis sebagai isyarat menyusu dini. Dengan indra peraba, penghidu, penglihatan, pendengaran, refleks bayi baru lahir bisa menemukan dan menyentuh payudara tanpa bantuan. Hal ini dapat merevitalisasi pencarian bayi terhadap payudara (Varney, 2007).
Menurut hasil penelitian Dr. Lenard bayi baru lahir setelah dikeringkan tanpa dibersihkan terlebih dahulu, diletakan di dekat putting susu Ibunya segera setelah lahir, memiliki respon menyusu lebih baik. Apabila dilakukan tindakan terlebih dahulu seperti ditimbang, diukur atau dimandikan, refleks menyusu akan hilang 50%, apalagi setelah dilahirkan dilakukan tindakan dan dipisahkan, maka refleks menyusu akan hilang 100% (Roesli, 2007). Bayi yang tidak segera diberi kesempatan untuk menyusu refleksnya akan berkurang dengan cepat dan akan muncul kembali dalam kadar secukupnya dalam 40 jam kemudian (Gupta, 2007). Dengan inisiasi menyusu dini akan mencegah terlewatnya refleks menyusu dan meningkatkan refleks menyusu secara optimal.
b. Perkembangan Indra (sensory inputs)
Bayi baru lahir mempunyai kemampuan indra yang luar biasa, terdiri dari penciuman terhadap bau khas Ibunya setelah melahirkan, penglihatan; karena bayi baru mengenal pola hitam putih, bayi akan mengenali putting dan wilayah areola ibunya karena warna gelapnya. Berikutnya adalah indra pengecap: meskipun bayi hanya mentolelir rasa manis pada periode segera setelah lahir, bayi mampu merasakan cairan amniotic yang melekat pada jari-jari tangannya, sehingga bayi pada saat lahir suka menjilati jarinya sendiri. Indra pendengaran bayi sudah berkembang sejak dalam kandungan, dan suara Ibunya adalah suara yang paling dikenalinya. Terakhir, indra perasa dengan sentuhan; sentuhan kulit-ke-kulit antara bayi dengan Ibunya adalah sensasi pertama yang memberi kehangatan dan rangsangan lainnya.
Perkembangan indra ini diatur oleh central component yaitu otak bayi, dimana otak bayi baru lahir sudah siap untuk segera mengeksplorasi lingkungannya dan lingkungan yang paling dikenalnya adalah tubuh Ibunya. Kemampuan ini memungkinkan bayi secara dini dapat mencari dan menemukan putting susu Ibu, jika dibiarkan terlalu lama bayi akan kehilangan kemampuan ini.
c. Menurunkan kejadian hipotermi, hipoglikemi dan asfiksia
(1) Menurunkan kejadian hipotermi
Luas permukaan tubuh bayi ± 3 kali luas permukaan tubuh orang dewasa. Lapisan insulasi jaringan lemak di bawah kulit tipis, kecepatan kehilangan panas pada tubuh bayi baru lahir ± 4 kali pada orang dewasa. Pada ruang bersalin dengan suhu 20-25° celcius, suhu kulit tubuh bayi akan turun 0,3° celcius, suhu tubuh bagian dalam turun 0,1° celcius / menit. Selama periode dini setelah bayi lahir, biasanya berakibat kehilangan panas komulatif 2-3° celcius. Kehilangan panas ini terjadi melalui konveksi, konduksi, radiasi dan evavorasi.
Menurut penelitian Dr. Niels Bergman, kulit Ibu berfungsi sebagai incubator, karena kulit Ibu merupakan thermoregulator bagi bayi. Suhu kulit Ibu 1° celcius lebih tinggi dari Ibu yang tidak bersalin. Apabila pada saat lahir bayi mengalami hipothermi, dengan terjadi skin to skin contact secara otomatis suhu kulit Ibu akan meningkat 2° celcius. Sebaliknya apabila bayi mengalami hipethermi, suhu kulit Ibu akan turun 1° celcius (Roesli, 2008). Ini berarti, dengan IMD resiko hipothermi pada bayi baru lahir yang dapat menimbulkan kematian dapat dikurangi.
Bayi baru lahir sebaiknya tidak dibersihkan, cukup hanya dikeringkan saja, karena akan menghilangkan vernik caseosa yaitu lapisan lemak hasil produksi kelenjar sebum berfungsi sebagai pelindung. Lapisan ini akan terlepas dengan sendirinya. Membersihkan tubuh bayi dengan menggunakan sabun yang mengandung heksaklorofen akan mengakibatkan adanya vaskuolisasi di susunan saraf pusat bayi yang ditandai dengan adanya kejang pada bayi.
(2) Menurunkan kejadian asfiksia
Dengan inisiasi menyusu dini, Ibu dan bayi menjadi lebih tenang. Hal ini akan membantu pernapasan dan bunyi jantung lebih stabil.
(3) Menurunkan kejadian hipoglikemi
Inisiasi menyusu dini membuat bayi menjadi tenang dan frekwensi menangis kurang sehingga mengurangi pemakaian energi. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang melakukan IMD memiliki tingkat gula darah yang lebih baik daripada bayi baru lahir yang dipisahkan dari Ibunya.
d. Meningkatkan kekebalan tubuh bayi
(1) Bayi akan mendapatkan kolostrum (Liquid Gold) untuk minuman pertama yang merupakan hadiah kehidupan (The gift of live). Meskipun volumenya sedikit, tetapi sangat baik untuk bayi baru lahir.
(2) Kolostrum mengandung banyak zat kekebalan aktif, antibody dan banyak protein protective. Zat kekebalan yang diterima bayi pertama kali akan melawan banyak infeksi. Hal ini akan membantu bayi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
(3) Kolostrum mengandung faktor pertumbuhan akan membuat lapisan yang melindungi usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan usus bayi dan mengefektifkan fungsinya.
(4) Kolostrum kaya akan vitamin A yang akan membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah infeksi.
(5) Kolostrum akan merangsang pergerakan usus sehingga meconium akan segera dibersihkan dari usus. Hal ini akan membantu mengeluarkan zat-zat yang menyebabkan kuning atau jaundice.
(6) Melalui jilatan bayi pada saat mulai menyusu, bayi akan tercemar terlebih dahulu oleh bakteri Ibu yang tidak berbahaya. Bakteri ini akan membuat koloni di usus dan kulit bayi sehingga dapat menyaingi bakteri yang ganas dari lingkungan sekitar.
e. Meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin
(1) Melalui sentuhan, emutan dan jilatan bayi pada putting susu Ibu akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang penting. Selain itu gerakan kaki bayi pada saat merangkak di perut Ibu akan membantu melakukan massage uterus untuk merangsang kontraksi uterus.
(2) Oksitosin akan menyebabkan uterus berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi terjadinya perdarahan post partum.
(3) Oksitosin akan merangsang hormon lain yang membuat Ibu menjadi tenang, rileks, euphoria, meningkatkan ambang rasa nyeri, dan mencintai bayinya.
(4) Oksitosin merangsang pengaliran ASI dari payudara (WBW, 2007).
f. Memfasilitasi bonding attachment
(1) Bonding atau ikatan batin menunjukan perjalinan hubungan orangtua dan bayi pada saat awal kelahiran. Sebagai individu, orangtua akan mengembangkan hubungan kasih sayang dengan bayi menurut gaya dan cara mereka. Jam pertama merupakan saat peka dimana kontak pertama akan mempermudah jalinan batin.
(2) Sifat dan tingkah laku jalinan saling berhubungan yang tercipta antara Ibu dan bayi sering berupa sentuhan halus Ibu dengan ujung jarinya pada anggota gerak dan wajah bayi serta membelai dengan penuh kasih sayang. Sentuhan pada pipi akan membangkitkan respon berupa gerakan memalingkan wajah ke Ibu untuk mengadakan kontak mata dan mengarah ke payudara disertai gerakan menyondol dan menjilat putting susu selanjutnya menghisap payudara. Kontak pertama ini harus berlangsung pada jam pertama setelah kelahirannya.
(3) Bayi baru lahir matanya terbuka lebih lama daripada hari-hari selanjutnya, sehingga paling baik untuk memulai perlekatan dan kontak mata antara Ibu dan bayi.
(4) Janin dalam kandungan akan merasakan suasana yang aman, nyaman, merasa dilindungi, merasa dicintai dan disayangi. Bagi bayi, kelahiran merupakan suatu trauma. Bayi harus pindah dari pelukan rahim yang hangat ke suatu ruangan tanpa batas gerak yang menakutkan serta jauh dari detak jantung ibu yang menenangkan. Bayi yang diberikan ASI dini akan sering berada dalam dekapan Ibu yang hangat pada saat menyusui sehingga akan sering merasakan lagi keadaan yang menenangkan, menyenangkan, dicintai dan dilindungi seperti waktu dalam rahim. Bayi seperti ini akan tumbuh dalam suasana aman atau secure attachment. Perasaan terlindung dan disayangi inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi yang baik dan membentuk kepribadian yang percaya diri serta akan mudah bersosialisasi dengan lingkungannya.
(5) Ibu dan ayah akan merasa bahagia bertemu dengan bayi untuk pertama kalinya dimana mereka akan bersatu dalam satu rasa yaitu cinta. Hal ini sangat baik dilakukan pada 1-2 jam pertama, karena pada saat itu bayi dalam keadaan allert, setelah 2-3 jam bayi akan tidur lebih lama.
g. Meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif
(1) Inisiasi menyusu dini dalam menit pertama sampai satu jam pertama kehidupannya, dimulai dengan skin to skin contac, akan membantu ibu dan bayi menerima menyusui secara optimal. Menunda permulaan menyusu lebih dari satu jam menyebabkan kesukaran menyusui.
(2) Inisiasi menyusu dini akan meningkatakan peluang Ibu untuk memantapkan dan melanjutkan kegiatan menyusu secara eksklusif. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian, diantaranya penelitian yang dilakukan Sose dkk (1978) yang menyatakan bahwa menyusu dini disertai kontak kulit akan meningkatkan dua kali keberhasilan pemberian ASI. Penelitian terkini pada tahun 2003 yang dilakukan oleh Fikawati & Syafiq dari FK Trisakti tentang dampak kontak dini ibu-bayi terhadap lamanya menyusui. Hasil yang didapatkan pemberian ASI dini akan meningkatkan 2-8 kali lebih besar kemungkinan memberikan ASI eksklusif. Sedangkan Cochrane menyatakan bahwa saat ini belum ada data statistik yang menyatakan fakta inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan lamanya waktu Ibu menyusui dibandingkan Ibu yang tidak menyusui dini. Tetapi bagaimanapun juga peningkatan hubungan antara Ibu dan bayi segera setelah lahir yang di temukan saat ini akan menguntungkan.
h. Mencapai tujuan Millenium Development Goals (MDGs)
(1) Membantu mengurangi kemiskinan
Mulai menyusu dini dalam satu jam pertama akan meningkatkan ASI eksklusif dan lama menyusui sehingga akan memenuhi kebutuhan sampai usia 2 tahun, akan mengurangi pembiayaan untuk membeli susu formula sehingga akan mengurangi angka kemiskinan.
(2) Membantu mengurangi kelaparan
Inisiasi menyusu dini yang dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan diteruskan dengan menyusui hingga 2 tahun akan mencegah terjadinya malnutrisi. bagi anak usia 2 tahun, sebanyak 500 cc ASI ibunya mampu memenuhi kebutuhan kalori 31%, protein 38%, vitamin A 45% dan vitamin C 95%. ASI masih memenuhi kebutuhan kalori 70% untuk bayi usia 6-8 bulan, 55% untuk bayi usia 9-11 bulan, dan 40% untuk bayi usia 12-23 bulan. Keadaan ini akan secara bermakna memenuhi kebutuhan makanan bayi sampai usia 2 tahun. Dengan kata lain, pemberian ASI memabantu mengurangi angka kejadian kurang gizi dan pertumbuhan yang terhenti yang umum terjadi pada usia ini.
(3) Mengurangi angka kematian anak
Saat ini sekitar 40% kematian balita terjadi pada satu bulan pertama kehidupan bayi. Inisiasi menyusu dini akan mengurangi 22% kematian bayi dibawah usia 28 hari. Pemberian ASI eksklusif akan mengurangi 13% kematian bayi dan memberikan makanan pendamping ASI (makanan keluarga) akan menurunkan 6% kematian anak. Dengan denilian kematian balita yang dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI sebesar 41% (Roesli, 2007).
Inisiasi dini sebenarnya telah dilaksanakan di Indonesia, namun pelaksanaannya masih belum tepat. Ada 4 kesalahan dalam pelaksanaan selama ini:
- Bayi baru lahir biasanya sudah dibungkus sebelum diletakan di dada Ibu, akibatnya tidak terjadi kontak kulit.
- Bayi bukan menyusu melainkan disusui, berbeda antara menyusu sendiri dengan di susui. - - Memaksakan bayi untuk menyusu sebelum dia siap untuk disusukan.
- Bayi dipisahkan dari Ibunya untuk dibawa ke ruang pemulihan untuk tindakan lanjutan.
Pada 1-2 jam pertama bayi lebih responsif dan sangat awas bahkan mudah melekat pada payudara (allert). Pada praktiknya, bayi baru lahir langsung dipisahkan dengan Ibunya, sehingga setelah dia siap untuk menyusu, Ibu tidak dapat meresponnya.
Pada persalinan dengan Operasi Sesar
Inisiasi menyusu dini secara standar tidak dapat dilakukan pada persalinan dengan operasi sesar, tetapi bila operasi dilakukan dengan menggunakan anestesi spinal atau epidural, Ibu dapat segera merespon pada bayi. Bayi dapat segera diposisikan untuk dilakukan kontak kulit dan usaha menyusu pertama di kamar operasi. Jika menggunakan anestesi umum, kontak dapat terjadi di ruang pemulihan pada saat Ibu sudah dapat merespon walaupun masih mengantuk akibat pengaruh anestesi. Ayah dapat menggantikan Ibu untuk memberikan kontak kulit sementara menunggu Ibu sadar.
Penghambat dalam Inisiasi Menyusu Dini
Ada beberapa pendapat yang menghambat terjadinya kontak kulit dan menyusu dini, diantaranya:
a. Bayi kedinginan
Bayi berada dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan Ibunya, karena suhu payudara Ibu akan meningkat 0,5°C dalam 2 menit jika bayi diletakan di dada Ibu. Berdasarkan hasil penelitian Dr. Niels Bregman (2005), suhu dada Ibu yang melahirkan 1°C lebih tingi dari Ibu yang tidak melahirkan. Jika bayi kedinginan suhu dada Ibu akan naik 2°C , sebaliknya bila bayi kepanasan suhu dada ibu akan turun 1°C. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
b. Setelah melahirkan Ibu terlalu lelah untuk menyusui
Ibu jarang merasakan terlalu lelah untuk memeluk bayinya, karena pengeluaran hormon oksitosin saat terjadi kontak kulit saat bayi menyusu akan membantu menenangkan Ibu setelah melahirkan. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
c. Tenaga kesehatan kurang tersedia
Pada saat bayi di dada Ibu, libatkan ayah dan keluarga untuk menjaga bayi sambil memberikan dukungan pada Ibu, bayi akan menemukan sendiri payudara Ibu dan penolong persalinan dapat melanjutkan asuhannya.
d. Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk
Dengan bayi di dada Ibu, Ibu dapat dipindahkan ke ruangan pemulihan sambil meneruskan memberi kesempatan dini.
e. Ibu harus dijahit
Kegiatan mencari payudara terjadi di area payudara, sementara yang dijahit bagian bawah tubuh Ibu. Selain itu ada salah satu manfaat proses IMD yaitu dikeluarkannya hormon yang mengurangi rasa nyeri, sehingga rasa nyeri akibat tindakan penjahitan akan berkurang dan Ibu merasa tenang dan nyaman.
f. Suntikan vitamin K, tetes mata untuk mencegar penyakit gonore harus segera diberikan setelah lahir
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya selama 1 jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.
g. Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang dan diukur
Menunda memandikan bayi berarti menghindari hilangnya panas badan bayi, selain itu kesempatan vernix meresap, melunakan dan melindungi kulit bayi lebih besar. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
h. Bayi kurang siaga
Pada 1-2 jam pertama bayi sangat saiaga, setelah itu bayi akan tidur dalam waktu yang lama. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
i. Kolostrum tidak keluar atau jumlahnya tidak memadai sehingga diperlukan tambahan cairan lain
Kolostrum cukup untuk makanan pertama bayi, karena bayi dilahirkan membawa cairan dan glukosa yang dapat digunakan pada saat itu. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
j. Kolostrum tidak baik bahkan berbahaya
Kolostrum sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena berfungsi sebagai imunisasi pertama dan mengurangi jaundice pada bayi baru lahir serta membantu mematangkan dinding usus bayi. Oleh karena itu pendapat ini tidak benar.
Sumber: blogspot innanoorinayati