
Sebenarnya, tidak tahu kenapa deh aku aplot gambar itu. Bingung yak. Hihihi, emang. Bingung banget. Inginnya menulis seusatu, tapi bingung mau menulis apa. Lihat gambar-gambar ajah yang ada di lappy. Susah juga ya jika jam segini pengen ngobrol. Jadi ya, menulis ajah deh. Daripada pusing sendiri pengen menulis tapi tidak ada yang ditulis. Nah loh.
Eniwei, semoga tulisan ini bisa memancing semua yang ada di otakku, tapi secara terstruktural, jangan malah kluar gag karuan. Karena, saat ini semua seakan ingin melompat semua keluar. Whoaaaa, bingung kan. Nah, bungung lagi judulnya :p
Membahas gambar yang di aplot sajah yaa.. Karena, ada benarnya juga yang tertulis ya, "Belajar KASIH dari orang yang membenciku". Kasihan sekali orang-orang yang mempunyai banyak rasa benci di dalam hatinya, kan capek.. Bunda jangan balik lagi membenci orang yg benci terhadap kita loh. Jangan ya bunda, biar saja bunda..Berikan mereka kasih sayang dan perhatian, karena lama kelamaan nanti mereka akan mengetahui dan merasakan jika kasih sayang kita terhadap mereka itu tulus. Dan sangat menyenangkan jika bisa berbagi kasih sayang.
"Belajar TULUS dari orang yang memperalatku"
Jika kita mengetahui ada 'sesuatu'nya, ya memang agak menyakitkan ya bunda, merasa terbohongi. Tetapi, dari situlah kita belajar bahwa ketulusan itu tidak ternilai. Orang memang akan menghargai ketulusan kita setelah mereka memang memerlukan kita dengan sangat.
"Belajar SETIA dari orang yang mengkhianatiku"
Khianat mengkhianati, sudah biasa ya dalam kehidupan. Percintaan?? Saya pribadi, sudah khatam sepertinya. Dan tidak pernah rasanya dendam akan hal seperti ini. Ya mungkin karena waktu juga yang mendewasakan dan juga sugesti diri sendiri terhadap masalah ini. Dan memang, pengkhianatan membuat kita menjadi orang yang sangat setia loh.. Karena, di khianati itu sakit, sehingga kita tidak mungkin untuk mengkhianati lagi. Betul? ;)
"Belajar BERTAHAN dari orang yang memberiku ketidakpastian"
Jujur, sedang berada pada fase ini. Dengan tidak mengharapkan apa-apa dari sebuah kondisi yang sedang terbentuk. Dan juga tidak mengharapkan ekspektasi yang berlebihan. Tapi terkadang, seorang manusia yang wajar dan normal, ingin sekali berteriak dan lari dari ketidakpastian itu sendiri. Tetapi, di umurku yang sudah kepala 3 ditambah 2 belakangnya (aduh, udah lewat kepala 3 yak..), masalah seperti ini membuatku menjadi pribadi yang lebih sabar. Dan aku percaya, menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti itu sangat menantang. Karena memang benar-benar tidak pasti.
Hmmm, tulisan yang membingungkan? ahahahaa, yang nulisnya juga bingung nih soalnya. Jadi, jangan bingung. Baca saja.. ^^